Saya beberapa waktu yang lalu pernah melihat2 definisi enlighment di wikipedia, beda aliran dan kepercayaan beda pula definisi enlighment-nya.

Enlightenment (or brightening) broadly means the acquisition of new wisdom or understanding enabling clarity of perception. However, the English word covers two concepts which can be quite distinct: religious or spiritual enlightenment (German: Erleuchtung) and secular or intellectual enlightenment (German: Aufklärung). This can cause confusion, since those who claim intellectual enlightenment often reject spiritual concepts altogether.

In religious use, enlightenment is most closely associated with South and East Asian religious experience, being used to translate words such as (in Buddhism) Bodhi or satori, or (in Hinduism) moksha. The concept does also have parallels in the Abrahamic religions (in the Kabbalah tradition in Judaism, in Christian mysticism, and in the Sufi tradition of Islam).

In secular use, the concept refers mainly to the European intellectual movement known as the Age of Enlightenment, also called the Age of Reason referring to philosophical developments related to scientific rationality in the 17th and 18th centuries.

As per another emerging thought stream, “enlightenment”, in conventional sense of complete realization, is impossible because “complete” is a state which never comes. The immediate next moment brings new beginning and may bring new truths as well. It may result in further requirement and scope of psychological and spiritual developement beyond anything known till date.

Saya barusan iseng beli NU green tea. Saya coba rasakan sensasi ditelapak tangan saya saat memilih. Ada yang memberi rasa berbeda tetapi ternyata saya belum beruntung. Rasanya perlu sample botol yang ada hadiahnya untuk merasakan sensasi seperti apa yang berisi hadiah he..he..he..

Nanti mesti dicoba lagi.

Pengalaman saya beberapa waktu yang lalu, saya mencari buku di toko buku, lihat dikomputer disebutkan rak buku yang saya cari. Tapi saya cari2 disana tidak ada, kemudian saya konsentrasi sebentar meminta pikiran saya membawa ke tempat buku itu, saya berjalan saja dan pas berhenti ternyata buku itu ada didepan saya J

Kejadian seperti ini cukup sering saya alami, dan akan saya coba terapkan untuk memperoleh hadiah dari nu green tea.

Ngomong2 soal beruntung, beberapa hari yang lalu saya beli buku LUCK FACTOR. Sudah lama saya dengar tentang buku ini, kira2 lebih dari 2 tahun yang lalu, tapi waktu itu belum ada terjemahannya dalam bahasa indonesia. Buku ini menurut saya sangat bagus untuk mengembangkan keberuntungan kita. Ternyata ada sifat2 dasar yang berbeda antara orang yang beruntung dan orang yang sial. Dan bagusnya lagi, kita bisa mengubah diri kita dari orang sial menjadi beruntung atau menambah keberuntungan kita. Buku ini ditulis oleh Dr Richard Wiseman, seorang doktor psikologi dari Univ Edinburgh. Buku ini ditulis berdasarkan risetnya.

Sebelum membaca buku ini saya merasa sebagai orang yang kurang beruntung, sekarang saya sadari berdasarkan pengalaman saya sebenarnya bisa digolongkan orang yang beruntung. Berkali2 saya terhindar dari bahaya karena keberuntungan saya, bahkan yang bisa berakibat fatal.

Misalnya, kalau tidak salah pas saya SMA, saya pernah bablas menerobos perempatan yang ramai tanpa saya sadar kalau itu perempatan! Baru sadar setelah mobil yang saya kendarai hampir tiba di seberang jalan. Untungnya waktu itu pas tidak ada mobil yang melintas, padahal saya memotong jalan besar yang sangat ramai.

Memang ada beberapa sifat yang mesti saya improve untuk meningkatkan keberuntungan saya, dan ini yang sedang saya lakukan.

* Agung