Proud Members of Melia Nature Indonesia
Membedakan antara money game dan bisnis legal gampang-gampang susah. Masalahnya adalah kadang-kadang bisnis legal pun bisa dibuat menjadi money game hanya dengan sebuah trik sederhana. Ilustrasi paling gampang dicontohkan dalam studi kasus berikut:
Misalnya sebotol air mineral dalam kemasan botol 500ml, ~untuk mudahnya kita sebut saja AQUA~ dijual eceran di toko “A” seharga Rp.1000. Kita tahu harga dari pabrik atau harga grosir pasti kurang dari Rp.1000, katakan saja Rp.800 yg mana Rp.200 adalah margin toko “A” (laba + biaya operasional).
Kita bisa juga membeli AQUA tsb dari toko “B”, seharga Rp.1000. Tapi bedanya jika kita nanti mereferensikan orang untuk membeli AQUA ke toko “B” tsb kita mendapat fee dari toko “B” senilai Rp.100. Lho darimana toko “B” bisa membayar fee kita? Rupanya toko “B” tidak punya showroom, mereka cukup simpan barang di gudang sehingga biaya operasional toko bisa ditekan. Alhasil dari modal Rp.800 tsb, toko “B” bisa berbagi margin, Rp.100 untuk mereka dan Rp.100 untuk kita sebagai pemberi referensi.
Read the rest of this entry »
NAMANYA tiba-tiba mencuat dalam kehidupan politik Kota Bekasi pascapilkada. Namun, sangat sedikit orang yang tahu siapa Sukur Nababan sebenarnya. Ia hanya dikenal sebagai Manajer Persipasi Kota Bekasi. Padahal, dialah salah seorang tokoh kunci di balik kemenangan Mochtar Mohamad-Rahmat Efendi. Sukur adalah konseptor Konser Tapal Batas yang sempat menghebohkan kota gabus itu.
Sukur Nababan adalah profil yang rendah hati, selalu merunduk, dan tidak mau membuka diri kepada publik. Setiap kali ditanya apa pekerjaannya, ia hanya menjawab, main dan jalan-jalan. Itu juga yang membuat Mochtar Mohamad sempat bingung ketika berkenalan dengan Sukur, pertengahan November 2007.
Acara Gebyar Akbar Melia Nature Indonesia 2008 yang digelar di Malibu Dome Hotel Grand Pasundan Bandung dipenuhi oleh pengunjung. Seolah tak mengindahkan hujan besar yang menerpa dan disertai angin kencang para pengunjung acara ini terus mengalir memadati ruangan Malibu Dome. Ruangan yang dirancang untuk menampung tamu sebanyak 2000 orang ini dipadati sampai sekitar 3000 orang. Tak heran jika selain banyak undangan yang berdiri bersesakan di dalam ruangan, di luar pun masih banyak tamu yang tidak bisa memasuki ruang acara. Dan yang lebih mengesankan, sepanjang jalan Lingkar Selatan, hampir sejauh satu kilometer parkir mobil membentang di pinggir jalan karena ruang parkir hotel tidak mampu menampung kendaraan pengunjung acara ini.

Pada tanggal 6 Februari 2008 akhirnya secara resmi kantor baru sekretariat Group Platinum Melia Nature Indonesia diresmikan penggunaannya. Acara peresmiannya berlangsung istimewa karena selain dihadiri oleh Top Leader Group Platinum Ir.Roy Manik Msc. juga dihadiri oleh Top Leader Nasional Ir.Sukur Nababan. Tidak ketinggalan hadir pula beberapa LC di Group Platinum seperti Bp. Obon Sya’ban, Bp.Bambang WS, Bp.Cecep Dulham, dan LC termuda Bp.Andre Walkers. Para leader lainnya beserta member-member lainnya termasuk Letkol Dedi juga tampak hadir.

OPP (Open Plan Presentation) Akbar Melia Nature Indonesia di Ballroom Grand Eastern Bandung pada tanggal 16 Januari 2008 lalu berlangsung meriah dan penuh sesak pengunjung.

Yang berbeda dalam acara OPP yang mengawali tahun 2008 ini kali ini adalah, presentasi acara dibawakan secara tunggal oleh Ir.Sukur Nababan. Dalam format standar penyampaian presntasi produk dan marketing plan dibawakan oleh orang terpisah. Lazimnya Ir.Sukur Nababan memberikan kiat sukses di Melia Nature Indonesia pada akhir acara. Mengutip keterangan sebelumnya, Ir.Sukur Nababan menjelaskan presentasi ini sekaligus sebagai acuan standar bagi para leader dalam mempresentasikan produk dan marketing plan Melia Nature Indonesia. Seperti biasanya, pengunjung yang hadir hampir dua kali lipat dari kapasitas tempat duduk yang disediakan.