Proud Members of Melia Nature Indonesia
Rekan2 SPX… Seringkali kita BINGUNG dihadapkan pada begitu banyak pilihan saat kita sedang mencari suatu bisnis untuk merubah hidup kita ke arah yg lebih baik. Repotnya setiap dari pilihan2 itu tampak sama menariknya (tempting) dan membuat kita bingung dalam memilihnya. Apalagi kalau tawaran bisnis2 tsb sdh terbungkus dengan berbagai macam iming2 seperti: mobil mewah, rumah mewah, jalan2 ke luar negeri, passive income, kerja cukup di balik layar komputer, dll.
Semua pilihan beserta mantra2 marketing (marketing gimmicks) itulah yg lantas membius kita, menafikan akal sehat kita dalam melakukan penilaian2 objektif. Pada akhirnya pilihan kita ditentukan oleh emosi ketimbang akal sehat. Keinginan untuk memperoleh sukses TANPA KERJA KERAS & DALAM WAKTU SINGKAT adalah faktor emosi pendorong utama bagi pilihan2 KELIRU kita.
Sebenarnya hanya 3 hal SEDERHANA namun BEGITU PENTING yg perlu kita perhatikan sebelum mengambil keputusan untuk ikut/mengerjakan sebuah bisnis/pekerjaan.
Ketiga hal tsb adalah:
Saya mau berbagi kisah dan mungkin ada sedikit saran untuk para member SPX yg belum bisa mendapatkan bonus atau bingung bagaiman acaranya mendapatkan downline atau yg baru saja join.
Dulu waktu pertama kali bergabung, oleh upline saya, saya di janjikan bisa mendapatkan uang dengan cara mengikuti MLM dari PT Melia Nature dan yg di janjikan SANGAT BESAR, per hari Rp. 850.000,-
Dan memang benar system ( Marketing Plan ) yg ada di Melia Nature mengatakan bisa mendukung ke arah itu, tp bisakah kita mencapainya, itu adalah pertanyaannya? Punyakah kita kemampuan untuk menjalankan system ini secara benar dan bisa menghasilkan timbal balik ke kita berupa bonus harian yg besar itu ?
Bila membaca subject saya ini, mungkin rekans berfikir juga, apa betul sistem yang dibangun oleh founder SPX ini DAHSYAT ?!?
Rekans, pagi ini saya baca email di millist ini, ada email dari Admin SPX yang berisi pertanyaan dari prospek di Aceh. Dan ini kejadian 2 kalinya saya dapat email seperti ini dari dua prospek yang berbeda.
Saya merasakan betapa Dahsyatnya sistem SPX ini. Dengan sistem Online dan Lock sistem untuk setiap prospek yang masuk pada LCW, memungkinkan kita untuk bisa menjaring prospek LINTAS WILAYAH. Kita yang di pulau jawa bisa mendapatkan prospek dari luar pulau jawa dan sebaliknya. Kemarin saya ditelpon salah seorang member di jaringan saya di Kalimantan untuk membantu meyakinkan prospeknya yang berasal dari Bandung, Madiun dan Jakarta. Sungguh sangat dahsyat!!!
Suatu siang, sehari setelah saya menerima bonus Rp. 254.000, uplien saya tercinta mr Djoko, menelpon saya… “tuh dapat bonus khan ?, bener khan apa yg saya bilang, koe kerja, bonus turun”,
Kawan… saya ceritakan sedikit mengenai upline saya ini, orangnya emang baik walaupun keras kepala, suka memperhatikan, suka menyemangati, tp kadang2 suka membuat hati ini panas, dan herannya lagi dia selalu tahu kapan saya dapat bonus…
, tp kalo saya sudah mulai ndak suka ama dia, biasanya dia mulai kasar gaya bicaranya, saya maklum mungkin karena masa kecilnya atau bagaimana, sy juga kurang tahu ha ha ( maab pak djoko )
Setelah berkata seperti itu dia bicara lagi, ayo ke puncak ikut PLT…. saya tanya, apa itu ?
Bagi seorang Yanto memiliki sebuah mobil, meski bekas sekalipun mungkin merupakan sebuah mimpi yg mewah. Maklum dengan gaji sebagai seorang pekerja di pabrik, untuk bertahan hidup saja sudah syukur. Sebagai pekerja di struktur paling rendah gaji Yanto masih di kisaran UMR Jawa Barat sekitar Rp.900.000 per bulan. Menyisihkan sedikit demi sedikit dari penghasilannya Yanto baru bisa memiliki sebuah sepeda motor setelah lima tahun menabung. Tapi Yanto selalu mensyukuri hidup dan menjalaninya dengan penuh semangat.
Lebaran 2008. Menemui saudaranya untuk bersilaturahmi, Yanto dengan bangga datang dengan mengendarai sebuah mobil sedan. Sedan tsb bekas, dan cukup berumur memang. Tapi harga sedan tsb kurang lebih setara dengan 20 bulan gaji Yanto di pabrik. Lalu bagaimana mungkin lebaran kali ini Yanto bisa membawa sedan tsb? Ternyata Yanto bisa membeli dengan bonus2 nya di Melia Nature Indonesia. Padahal Yanto baru mengikuti bisnis MNI hanya sekitar 6 bulan lalu.
