Proud Members of Melia Nature Indonesia
Saat ini yg sering kita dengar dan baca tentang Bp.Roy Manik, Top Leader Platinum Group, melulu cerita kesuksesannya. Bahwa beliau kini telah mampu memiliki berbagai mobil mewah, beberapa rumah dan apartemen, dan penghasilan puluhan juta rupiah tiap harinya. Tapi tahukah bahwa Bp.Roy Manik untuk mencapai segala kesuksesannya hari ini harus membayar dengan keringat dan perjuangan yg mungkin tidak banyak diantara kita yg tahu.

Karena saya sering bertemu beliau, dalam forum2 sharing ataupun pertemuan2 pribadi, saya berkesempatan mendengarkan cerita beliau bagaimana perjuangannya dalam mencapai kesuksesannya hari ini melalui Melia Nature Indonesia tidak dicapai dengan cara yg mudah. Untuk itu bagi rekan2 yg belum pernah mendengarkannya secara langsung, saya akan menuliskannya di sini yg semoga bisa menjadi inspirasi bagi rekan2 dan menjadikan motivasi untuk bisa bersama sukses di Melia Nature Indonesia!
OPP Spesial Gebyar Ramadhan Melia Nature Indonesia yang diselenggarakan pada tanggal 14 September 2008 di Gd.Bikasoga Bandung berlangsung sukses dan meriah. Gedung pertemuan berkapasitas 3000 orang dipadati oleh sekitar 4000 orang sehingga pengunjung banyak yg tidak mendapat tempat duduk memenuhi bagian belakang dan bagian pintu masuk Gd.Bikasoga dengan berdiri berdesakan.
Kondisi ini memang diluar dugaan banyak orang, mengingat acara ini diselenggarakan pada siang hari bolong mulai pk.14.00 di bulan Ramadhan, disaat biasanya banyak orang menikmati tidur siang. Sejak pk.13 orang sudah banyak berdatangan ke tempat acara. Tapi walaupun banyak orang yg tidak mendapat tempat duduk, panitia sudah menyiapkan sekitar 4 baris terdepan untuk diisi oleh sekitar 400 orang undangan khusus. Mereka adalah anak-anak dari beberapa panti asuhan di kota Bandung dan juga beberapa kaum dhuafa seperti dari komunitas penarik becak, penarik ojek, pengamen jalanan dll. Yg unik adalah undangan khusus para penarik becak terasa kontras, ditengah para member yg berpakaian rapi, bahkan berjas berdasi, mereka datang dengan kaus lusuh, celana pendek dan sandal jepit. Walau demikian karena acara ini memang dipersembahkan secara khusus untuk mereka, maka mereka tetap disambut sebagai tamu kehormatan kami, dan mendapat tempat duduk istimewa di barisan depan.
