Proud Members of Melia Nature Indonesia
Menurut saya itu Law of Attraction bukan sekedar kebetulan. Saya cerita sedikit ya.
Minggu lalu sewaktu saya pulang kampung di Solo malamnya saya pergi makan di warung soto deket rumah naik sepeda motor karena mobil sedang dipakai mamah saya. Di tengah saat saya menyantap makanan saya tiba-tiba datang hujan deras sekali. “Waduh gimana nih bisa basah kuyup sampai di rumah” yang terbersit di pikiran saya.
Nggak lama setelah itu saya mencoba untuk menenangkan diri saya, pasrah, percaya bahwa apapun yang terjadi saya akan tiba di rumah dengan keadaan kering.
Mungkin anda belum pernah mendengar film yang berjudul What The Bleep Do We Know dan film berjudul The Secret. Kedua film tersebut sangat terkenal di Amerika karena telah menggugah kesadaran banyak orang. The Secret telah tampil di Larry King Live dan Oprah Winfrey Show. Kedua film tersebut berupaya membuktikan fenomena bahwa doa/ harapan/ keinginan kita akan terkabul, bukan dengan pembuktian memakai ayat-ayat kitab suci. tetapi dengan memakai teori psikologi, kedokteran, bahkan fisika kuantum.
Film yang berdurasi sekitar 90 menit ini diproduseri oleh Rhonda Byrne dan disutradarai oleh Drew Heriot. Tidak ada jalan cerita yang perlu diikuti secara bertele-tele, karena the Secret dibuat dengan format “kuliah” dari para master dalam bidang filsafat, spiritualitas, motivasi, pengusaha, ahli keuangan, ahli fisika kuantum, dsb. Diselingi dramatisasi singkat atas topik yang diulas. The Secret di Amerika Serikat cukup ramai dibicarakan. Selain mendapat ulasan yang luas di media, the Secret juga antara lain pernah tampil pada acara Larry King November lalu, dan awal Februari 2007 ini akan tampil pada acara Oprah.
Bagi anda yang memiliki kencenderungan kuat di bidang IPTEK, ada suatu proyek riset yang mencengangkan yang dilaksanakan oleh Cecelia A. Prediger, seseorang lulusan Silva Method dan instruktur pendidikan fisika di Nyack Junior High School di New York. Ia ingin mengetahui lebih banyak tentang efek latihan mental terhadap kemampuan fisik.
Telah banyak studi dilakukan di masa lalu yang menunjukan suatu perbandingan antara latihan mental dengan latihan fisik. Sebuah laporan dalam buku klasik Psycho Cybernetic menceritakan tentang sebuah tim basket di mana pemain yang mengikuti latihan fisik kemampuannya meningkat 24 persen sementara mereka yang berlatih secara mental dan tidak melakukan latihan fisik apa pun, meningkat kemampuannya sebesar 23 persen.
Hypnosis ini memang dasyat! Karena Hypnosis ini bisa diterapkan di berbagai aspek kehidupan. Misalnya untuk berolahraga dan bermain. Sebelum saya bertanding sepak bola, biasanya selain saya berlatih
secara fisik, saya juga berlatih secara pikiran. Caranya dengan memutar DVD Manchester United. Hasilnya memang ada perbedaan secara signifikan antara jika saya hanya berlatih secara fisik dengan jika saya berlatih secara fisik dan pikiran. Karena pada saat saya melihat DVD Manchester United, kita melakukan self hypnosis, dengan mengambil “idea”bagaimana mereka bermain secara team, skill individu para pemain Manchester United dan semangat juang/etos kerja pemain Manchester United yang dikenal pantang menyerah.